Laman

Friday, October 24, 2008

PERAN KOMUNITAS ONLINE

Gejolak yang terjadi di pasar finansial akhir-akhir ini menunjukkan bahwa perubahan lansekap bisnis memang semakin tidak menentu. Harga minyak juga sangat fluktuatif. Sekitar dua bulan lalu sempat menyentuh angka US$147 per barrel, namun sampai saat saya menulis tulisan ini, sudah turun lagi menjadi sekitar US$90 per barrel.

Karena itulah, para pemasar dituntut untuk selalu kreatif dan tidak berhenti berinovasi. Hanya dengan begitu, para pemasar bisa menghadapi masa depan yang tidak menentu dengan tetap optimistis. Seperti kata Peter Drucker, "The best way to predict the future is to create it."

Nah, masih dalam konteks New Wave Marketing yang merupakan era pemasaran masa depan, kali ini saya akan membahas tentang peranan komunitas online yang bisa menjadi saluran pemasaran kreatif.

Pada era pemasaran sebelum New Wave Marketing-yang saya sebut sebagai era Legacy Marketing-media tradisional, baik cetak maupun elektronik, menjadi pemain tunggal dalam mempengaruhi masyarakat. Namun saat ini para blogger telah menjadi influencer baru dari dunia online yang memiliki pengaruh sangat besar.

Kekuatan online media saat ini memang harus mulai diwaspadai oleh para pemasar. Perkembangan Web 2.0 seperti social media dan blog memungkinkan orang untuk menjadi produsen sekaligus konsumen langsung (prosumen).

Artinya, orang tidak lagi sekadar membaca berita-berita yang ada, tetapi bisa menjadi pencipta dari berita-berita tersebut. Dengan begitu, semua orang bisa mengungkapkan kegelisahannya atau kekecewaannya dengan bebas dan bisa dibaca oleh seluruh orang di dunia.

Jadi, setali tiga uang dengan potensinya merusak citra suatu merek, online media juga dapat digunakan sebagai sarana memperkuat citra suatu merek.

Top blogger

Salah satu perusahaan yang tahun ini telah dengan kreatif memanfaatkan online media secara serius adalah PT Toyota Astra Motor (TAM).

Pada 28 Februari 2008 TAM mengundang 12 top blogger di Indonesia untuk menghadiri acara peluncuran All New Corolla Altis di Senayan City. TAM memperlakukan para blogger ini secara istimewa. Bahkan, delapan hari sebelumnya mereka juga diajak untuk menghadiri jamuan makan siang di Hotel Ritz Carlton.

Pada acara tersebut pihak TAM bukan hanya membeberkan mengenai detil teknis mobil yang akan diluncurkan. Arah pembicaraan justru lebih ke pengenalan secara personal antara para blogger dan TAM.

Inilah upaya kreatif untuk merangkul, memberikan apresiasi, dan berusaha mengenal komunitas online seperti para blogger. Efek publikasi yang ditimbulkan sangat luar biasa. Kalau selama ini orang mendengar peluncuran produk hanya dari media cetak atau elektronik, sekarang juga dari blog.

Apalagi, karena yang diundang adalah top blogger, yang blog-nya bisa dikunjungi oleh ribuan orang per hari, maka jumlah orang yang terjangkau bisa menjadi berlipat ganda. Belum lagi ditambah blogger-blogger lain yang ikut menulis soal ini. Imbasnya juga 'menyeberang' ke dunia offline. Media massa cetak banyak yang menulis soal ini karena punya news value yang tinggi.

Ini menunjukkan bahwa media Internet dapat menjadi sangat potensial jika dimanfaatkan secara tepat. Komunitas seperti ini juga bisa menjadi saluran yang membantu Anda untuk menjual produk Anda.

Testimonial dari orang-orang yang puas terhadap produk Anda akan menjadi alat ampuh untuk mempengaruhi konsumen lainnya. Terlebih di masa sulit, ketika secara psikologis kepercayaan orang menurun. Pada masa-masa seperti ini, orang akan lebih memilih untuk mendengarkan pengalaman orang lain ketimbang melihat iklan.

Komunitas pelanggan memang punya kredibilitas yang tinggi sehingga bisa menjadi saluran penjualan yang efektif. Semakin banyak orang yang tertarik untuk bergabung dalam suatu komunitas, baik yang online maupun offline. Komunitas online seperti Friendster misalnya, di Indonesia telah memiliki anggota lebih dari dua juta orang.

Demikian juga komunitas berbasis forum seperti chip (komputer), HTML (motor Honda Tiger), dan lain-lain terus tumbuh dan berkembang. Sedangkan untuk komunitas offline, baik yang murni offline maupun hasil turunan dari yang online, juga tumbuh subur, seperti Djarum Black auto community (otomotif) ataupun MarkPlus Club (pemasaran).

Dalam komunitas online ini, orang justru lebih bisa mengekspresikan dirinya. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya Internet dan telepon seluler, memang memberikan kebebasan dan kemudahan bagi setiap orang untuk berpendapat.

Kita bisa lihat di forum diskusi online, bagaimana orang-orang yang kecewa dengan pemerintahan sekarang misalnya, bisa melontarkan kata-kata pedas tiap kali kebijakan baru muncul. Dan karena sifatnya terbuka, di mana orang lain bisa memberikan komentar balik, maka efeknya akan bergulir semakin besar seperti bola salju.

Dalam buku saya Marketing in Venus, saya mengatakan bahwa komunitas adalah saluran penjualan terbaik. Saluran penjualan yang lebih kredibel dan dipercayai adalah komunitas.

Mengapa demikian? Karena lingkungan dalam komunitas bersifat egaliter dan peer-to-peer. Orang-orang di dalam komunitas adalah produsen sekaligus konsumen. Mereka pembeli sekaligus penjual. Dan yang terpenting, mereka bukan hanya memiliki ikatan emosional yang kuat dengan sesama anggota komunitas, tapi juga memiliki ikatan emosional yang kuat dengan merek yang bersangkutan.

Anggota komunitas ini adalah orang-orang yang akan selalu menyebarkan kabar baik tentang merek kita setiap saat. Mereka akan selalu merekomendasikan merek kita kepada orang lain. Dalam komunitas, penjualnya adalah sekaligus menjadi pembeli sehingga bisa lebih dipercaya dan lebih kredibel.

Namun, jangan keliru memanfaatkan komunitas ini. Komunitas akan menjadi saluran yang kuat jika dimanfaatkan secara ideal. Tetapi, jika Anda sudah melakukan hard-selling, maka akan sangat berbahaya. Hard-selling justru akan meruntuhkan kredibilitas yang telah Anda bangun dengan susah payah.

Jadi, Anda bisa tetap memberikan apresiasi bagi seorang anggota komunitas yang mereferensikan merek Anda ke anggota lainnya. Ini adalah strategi pemasaran berbiaya rendah yang sangat bagus. Namun, harus tetap dijaga supaya maksud baik Anda itu tidak disalahartikan oleh orang lain.

Maka, mulailah mencermati dengan serius komunitas online ini. Sekali lagi saya tekankan, mereka berperan besar dalam strategi pemasaran yang bersifat low-budget high-impact, strategi pemasaran era New Wave Marketing.
Dikutip langsung dari Bisnis.com