Laman

Saturday, January 29, 2011

FOREX TRADING-SEBUAH AKTIFITAS YANG MENYENANGKAN ( SEBUAH SHARING PENGALAMAN )

Stefan Sikone
Saya mengenal forex (foreign exchange-pertukaran valuta asing) pada awal tahun 2007. Sebelum tahun itu memang ada informasi tentang forex itu tetapi hanya sebatas informasi di tempat kuliah ataupun hanya sebagai informasi sambil lalu ketika ngobrol dengan teman-teman atau saat menonton orang bermain saham di bursa efek Jakarta. Pada pertengahan tahun 2007 saya dapat banyak informasi tentang hal ini terutama setelah melanjutkan kuliah lanjut di universitas Dian Nuswantoro – Semarang Program Pasca Sarjana Magister Komputer. Sejak saat itulah saya mulai melakukan banyak eksplorasi di warnet-warnet yang tersebar di Salatiga untuk mengenal lebih dekat tentang internet dan perannya bagi pengembangan bisnis online pada umumnya ataupun multimedia dan terutama forex trading. Saat eksplorasi inilah antara lain saya coba untuk melihat lebih tentang bisnis online dan menanggapi semua informasi yang ditawarkan via internet.
Pada awalnya saya menanggapi informasi tentang forex hanya sebagai berita biasa atau sebagai referensi untuk menambah wawasanku dalam bidang ekonomi-manajemen yang kupelajari di Program Pasca Sarjana Magister Manajemen STIE IPWIJA Jakarta sejak tahun 1997 – 2002. Saya bilang begitu karena saya pada mulanya lebih tertarik dan serius menekuni berbagai online business seperti PTC (paid to Click) atau PTR (Paid to Read) atau HYIP (high yield investment program). Maklum saja karena waktu itu informasi dari berbagai high yield investment program ini benar-benar menggiurkan. Semuanya memberikan janji yang sangat manis yakni ‘bisa kaya dalam hitungan hari. Saya memang waktu itu mengambil peluang ini karena tuntutan untuk mendapatkan banyak uang banyak dalam waktu singkat untuk berbagai kepentingan mendesak. Saat itu saya yakin bahwa high yield investment program bisa menjadi sandaran untuk mendapatkan banyak uang. Tetapi kenyataannya, justru pilihanku untuk mengikuti program yang menjanjikan hasil besar dalam hitungan hari (high yield investment program) tadi sangat keliru karena setelah satu tahun berjalan justru saya tidak mendapatkan apa-apa. Usaha yang sia-sia. Bukannya trauma tetapi saya mau katakan bahwa ternyata high yield investment program atau bisnis online ada 95%-nya scam Alias bohong. Uang yang kukeluarkan untuk biaya di warnet atau yang kudepositkan sebagai biaya keanggotaanku menguap begitu saja entah ke mana. Sampai di sini saya mulai mengerti benar-benar tentang yang disebut sebagai internet crime, di mana saya sudah menjadi korbannya. tetapi positifnya adalah bahwa saya mengerti banyak hal tentang internet dan forex trading karena bacaan-bacaan yang kulahap tentang forex walaupun hanya sambil lalu tertanam semua di dalam otak bawah sadarku sehingga ketika saya sadar bahwa telah dibohongi, informasi dari bawah sadarku ini muncul dan mendesakku untuk segera mengambil peluang lain yakni forex trading. Maka mulai saat itulah saya lebih serius lagi untuk memperdalam pengetahuanku tentang forex trading dengan melahap banyak informasi yang beredar di internet ataupun buku-buku yang sempat kulihat di toko-toko buku. Setelah merasa cukup informasi maka langkah selanjutnya adalah action...action...action dengan mendaftarkan diri pada salah satu broker yang tersedia dan pilihanku jatuh ke marketiva.
Pada awalnya saya tidak bisa apa-apa. Saya sepertinya berada di tengah malam yang pekat sekali gelapnya. Mau ke mana arahnya tidak jelas. Ketika coba membuka posisi, saya hanya mampu untuk menonton serunya pergerakan harga pada pair mata uang yang diperdagangkan, seolah ada pertandingan antara dua klub sepak bola Real Madrid dan Barcelona. Keduanya saling menyerang atau menguat atau melemah ha ha ha. Lebih-lebih pada awal trading, yang saya mengalami banyak hal yang konyol karena hanya loss...loss dan loss sampai benar-benar habis modal.
Saya jadi takut untuk melanjutkan semua ini. Yang muncul dalam benakku adalah apakah pengalamanku di masa lalu seperti yang kuceritakan di atas ”di mana saya dibohongi sudah terulang lagi? Kalau menyerah berarti gagal dua kali berturut-turut dan ini berarti semua usahaku di warnet sia-sia lagi. Dan yang terpenting kalau menyerah berarti saya benar-benar termasuk orang yang tidak mengerti semua teori dan informasi tentang forex dari para penulis forex yang nota bene memiliki pengalaman dan kualifikasi akademis yang hebat. Cape dech. Lalu?
Aktivitas trading forex harus dilanjutkan, demikian keputusanku. Kehabisan modal di masa lalu biarlah berlalu. Kini saya harus melanjutkan semua aktivitas tradingku dengan strategi, metode dan skenario yang baru berdasarkan pada kerangka pengalaman sebelumnya dan berbagai informasi yang telah kubaca selama ini. Saya juga memutuskan untuk lebih berani lagi untuk mengeksplore pengetahuanku dari segi filsafat maupun ekonomi manajemen untuk mendapatkan yang terbaik sebab mungkin sebelumnya aktivitas tradingku hanya berdasarkan emosi yang tidak dapat saya kontrol.
Saya pun menambah modal di accountku yang sudah hampir habis dan lebih berhati-hati dalam membuka posisi order. Ternyata keputusanku tidak keliru karena aktivitas trading yang kujalani pada tahap ini sangat menyenangkan karena sudah mulai ada tanda-tanda yang baik untuk mendapatkan sesuatu yang kuharapkan. Setiap investasi harus mendapatkan kembalian bahkan harus profit. Sekitar bulan September-November 2009 saya makin percaya diri melakukan aktivitas trading. Walaupun masih ada cela loss tetapi perbaikan metode dan skenario yang terus menerus membuat aktivitas tradingku di Verbum Center makin menyenangkan dan dapat diandalkan untuk mendanai operasional keluargaku. Dan pada bulan september 2010 saya dan isteriku tercinta Maria Dolvianti Bora memutuskan untuk terus melanjutkan aktivitas trading ini secara bersama-sama dan serius karena kami yakin di masa mendatang forex trading ini bisa menjadi sumber operasional keluarga dan semua pembiayaan berbagai kegiatan baik yang bersifat sosial seperti Kelompok Bermin Bentara Salatiga (http://kbbentara.blogspot.com) yang sudah kami rintis sejak tahun 2008 maupun kegiatan sosial lain yang akan terus kami tingkatkan untuk kepentingan masyarakat terutama dalam bidang pendidikan non formal. Forex trading di Verbum Center yang kami jalankan ini sebenarnya merupakan aktivitas baru karena sebelumnya kami telah merintis usaha bisnis keluarga kami sejak tahun 2002 yakni antara lain, rental dan kursus komputer, jasa penerjemahaman bahasa asing (Inggris) ke bahasa Indonesia dan sebaliknya, membuat biro iklan, PAUD kelompok bermain dan yang paling baru adalah forex trading ini dan seperti saya katakan tadi bahwa untuk ke depan forex trading ini akan menjadi sebuah leading sector usaha kami dalam berinvestasi untuk menopang kehidupan keluarga dan segala macam pembiayaan seperti bisnis ataupun pendidikan anak-anak maupun kegiatan-kegiatan sosial untuk pengembangan masyarakat. Keyakinan ini akan menjadi kenyataan atau terbukti manakala aktivitas trading ini dijalankan secara konsisten dan sesuai dengan prinsip-prinsip dalam forex trading baik dari segi modal, psikologi, maupun manajemen keuangan.
Demikianlah sharing pengalamanku tentang suka duka dalam melakukan aktivitas trading setiap hari sejak tahun 2007 di Verbum Center for IT Research dan semoga dapat menjadi inspirasi bagi para pengunjung blog ini.@@@