Laman

Monday, May 16, 2011

MESIN UANG KELUARGA

Perkembangan jaman telah membawa dampak positif bagi setiap segi kehidupan manusia. Antar individu dapat saling berkomunikasi tanpa ada batas dan waktu, manusia dapat saling mengenal satu dengan yang lain tentang budaya, keadaan geografis, adat istiadat, bahasa, dan hal lainnya tanpa harus pergi ke tempat asal teman barunya tersebut. Dengan kata lain perkembangan teknologi dan informasi di era global ini, memberikan peluang kepada kita untuk mengetahui segala hal di semua belahan dunia ini.

Dengan adanya internet, muncul pula fenomena baru dalam bidang bisnis atau usaha. Banyak ibu rumah tangga yang menggunakan internet untuk berbisnis. Pada awalnya sekedar mencoba untuk memasarkan hasil kerajinan tangan, atau hasil karya kreativitas lainnya. Usaha yang dimulai dari rumah ini akhirnya banyak memberikan income bagi ibu-ibu rumah tangga yang bijak membaca peluang pasar dan memanfaatkan potensi dan kreativitas yang dimiliki untuk membantu pendapatan keluarga.

Dari rumah ada pula ibu-ibu yang mulai belajar mengenal trading forex. Bermodal pengetahuan yang diperoleh semasa SMA, atau yang lebih beruntung di bangku kuliah, para ibu mulai menjalankan trading forex sambil mencari informasi tentang bisnis trading yang dapat diperoleh secara gratis, untuk menambah pengetahuan dan pengalaman. Trial and error menjadi moto penyelamat dalam mendalami bisnis yang beresiko cukup tinggi ini.

“Pada mulanya, saya merugi banyak, namun dengan berjalannya waktu, kerugian dapat diminimalisir, dan keuntungan selalu dapat diperoleh dari bisnis trading forex,” kalimat tersebut merupakan suatu pengakuan yang logis, dari trader, yang telah lama menggeluti bisnis tersebut. Syarat bagi trader yang utama adalah selalu mengikuti perkembangan ekonomi di tiap negara, menganalisisnya secara kritis, menjaga emosi, dan membuat keputusan yang tepat. Dengan demikian bisnis yang semula hanya coba-coba akan menjadikan kita menetapkan satu keputusan dalam hidup kita yaitu “internet menjadi mesin uang keluarga.”

Maria D. Bora, Pengelola KB Bentara Salatiga