Laman

Friday, October 28, 2016

BERDOALAH SELALU BRO

Inspirasi untuk  refleksi  hari ini saya ambil dari Injil Luk. 6:12-19, sesuai dengan kalender Liturgi Gereja Katolik tahun C, 2016.

Judul di atas memang sebuah perintah bro, tetapi maaf, saya tidak bermaksud untuk memerintahkan siapa pun di sini he he.
Siapa yang ingin ikut dalam refleksi ini, dengan hormat saya mohon untuk membaca terlebih dahulu perikop Injil Lukas 6: 12-19. Ini untuk mendapatkan gambarannya secara keseluruhan  dan  mendapatkan kaitannya dengan refleksiku di bawah ini. PR ya…biar para pembaca yang seiman bisa lebih aktif dalam hal pengungkapan iman he he he.
Ada beberapa gagasan dari perikop di atas. Pertama, Yesus berdoa kepada Allah semalaman di bukit. Ini dia lengkapnya 6:12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Kedua, Yesus memilih para muridnya 12 orang. 6:13 Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul. Seterusnya siapakah mereka itu? Ingat-ingat dulu biar tidak bingung menjawab kalau ditanya. Ketiga, Yesus mengajar dan menyembuhkan banyak orang. 6:17 Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar.  Di sana Ia mengajar dan menyembuhkan  banyak orang yang datang dari berbagai tempat. 6:18 Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.
Perhatikanlah:
Image result for Yesus mengajar di tempat datar

Yesus  berada seorang diri dengan Allah. Ia pergi ke bukit untuk berdoa, tempat di mana Ia takkan terganggu. Kita tidak pernah lebih sendirian dibanding bila kita seorang diri bersama Allah. Bagi kita, waktu setengah jam itu sudah terasa sangat lama untuk menjalankan kewajiban seorang diri di tempat tertutup.
Catatan bagus nich dan ayo terapkan dalam hidup biar hidup terasa nyaman. Ada banyak hal yang bisa kita kerjakan di hadapan takhta  anugerah, dan seharusnya kita suka bersekutu dengan Allah. Dua hal ini terkadang bisa membuat kita menghabiskan banyak waktu dalam doa.

Image result for Yesus mengajar di tempat datar
Soal pemilihan para rasul  di atas? Ya. Dalam keluarga-Nya, kita dapati Dia menunjuk pengiring-pengiring dekat-Nya yang harus senantiasa menjadi pendengar semua pengajaran-Nya dan saksi mata atas mujizat-mujizat-Nya, supaya sesudah itu mereka dapat diutus ke seluruh dunia sebagai rasul atau utusan-Nya untuk memberitakan Injil kepada dunia dan mendirikan jemaat di dunia ini (ay. 13). 

Yesus menunjukkan kepada para murid bahwa orang itu tidak boleh sendirian, harus ada orang lain yang mau mendengarkan dia ngomong. Kalau tidak ada orang yang dengar bagaimana? Bagaimana rasanya seorang guru mengajar tanpa murid?  Kalau orang bicara khan harus ada teman bicara, kalau tidak ada orang di sekitar yang dengar? Bisa-bisa dikatakan gila loch. Maka bergaulah untuk memiliki teman sebanyak-banyaknya biar kalau ngomong mereka bisa dengar. Syukurlah bahwa setelah mereka dengar, mereka mewartakan  he he. Jadi terkenal dech.
Image result for Yesus mengajar di tempat datar
Nah ini dia, Yesus mengajar dan menyembuhkan banyak orang. Kalau sudah teman-teman, jangan hanya ngerumpi saja. Lihat contoh Yesus tuch. Ia mengajar bukan ngerumpi hal tidak penting. Ia memberikan contoh kepara para pendengar yang datang dari mana-mana tanpa membeda-bedakan orangnya. Bahwa, setelah Yesus mengajar  siapa pun yang dengar, Ia juga langsung menerapkannya. Orang sakit disembuhkan.  Ada beberapa yang mempunyai masalah dengan tubuh, dan ada pula yang dengan pikiran. Beberapa menderita penyakit, dan beberapa lagi dirasuk oleh roh-roh jahat.


Namun, apa pun yang mereka derita, begitu memohon kepada Kristus, mereka langsung disembuhkan, sebab Ia memiliki kuasa atas penyakit dan roh-roh jahat (ay. 17-18), baik atas akibat maupun penyebabnya. Bahkan lebih dari itu, sepertinya, orang-orang yang tidak sakit apa-apa pun mendapati bahwa dengan turut mengambil bagian dalam kuasa yang keluar dari pada-Nya, kesehatan dan tenaga mereka dipulihkan dan disegarkan. Sebab (ay. 19), semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, baik mereka yang sehat maupun yang sakit. Mereka semua merasa lebih baik, karena semua orang itu disembuhkan-Nya. Memangnya, siapa sih yang tidak mau disembuhkan dari hal apa saja? 
Di dalam Kristus terdapat kepenuhan anugerah dan kuasa kesembuhan yang siap mengalir keluar dari diri-Nya, cukup bagi semua orang, dan cukup bagi setiap orang.@stefan sikone
======
Pertimbangkanlah secara matang bila anda akan memulai trading forex. Forex trading memiliki tingkat resiko yang sangat tinggi. Anda bisa kehilangan dana dalam jumlah besar bahkan hingga seluruhnya. Kami tidak bertindak atas nama pialang berjangka manapun dalam melakukan trading forex.