Laman

Friday, October 14, 2016

WASPADALAH TERHADAP RAGI ORANG FARISI

Insipirasi Injil Lukas 12: 1-2 berdasarkan kalender liturgi Katolik tahun C, di tahun 2016.

Waspadalah terhadap ragi orang-orang Farisi, demikianlah kata Yesus ketika memberikan pengajaran khusus kepada para muridNya.

Wui…inilah saat yang tepat bagi Yesus untuk mengajar para murid, namun didengar juga oleh banyak orang yang sedang berkerumun sehingga berdesak-desakan.

Para murid Yesus memang selalu diberikan peringatan untuk selalu berwaspada. Ini tanda perhatian yang sangat besar dari Yesus. Siapa lagi yang harus memberikan peringatan, kalau bukan Yesus sebagai guru mereka?
Apa yang harus diwaspadai? Sekali lagi terhadap ragi orang Farisi. Mengapa harus ragi orang Farisi yang perlu diwaspadai?

Sebelum berlangkah lebih lanjut inilah sedikit penjelasan tentang kata ragi dan Siapakah orang Farisi itu sehingga Yesus memperingatkan sedemikian?
Ragi dipergunakan untuk membusukkan makanan atau mengembangkan sebuah adonan untuk dimasak menjadi roti. Ragi kerap menjadi simbol dosa karena sifatnya yang membusukkan seperti dikatakan:
“Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran” (1 Kor 5:8)

Ragi menjadi simbol pengaruh yang tidak baik karena sifatnya yang dapat mengubah suatu bentuk kepada bentuk yang lain sebagaimana dikatakan:

“Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan” (Gal 5:9)

Ragi dalam hal ini  merupakan lambang kejahatan. Akibat peragian dan kebusukan yang dihasilkan merupakan lambang pekerjaan kotor dari dosa di 
dalam hati manusia. Itulah sekilas tentang ragi.
Sedangkan dalam bacaan tersebut, dikatakan ragi orang Farisi.  Ada 3 hal ragi orang Farisi yang perlu diperhatikan, yaitu :

1. Orang-orang Farisi adalah kelompok pengajar agama Yahudi ( taurat ) yang berada dalam Bait Allah; namun kelompok ini walaupun menjadi pengajar, tetapi mereka sendiri tidak melakukannya, atau memberi contoh / teladan terhadap ajarannya.
2. Ragi orang Farisi adalah pemimpin yang tugasnya menyampaikan “ kebenaran “ tapi dalam praktek hidupnya merekapun mengadopsi filosofi dunia ini, mencampur-adukan adat istiadat dan bahkan kepercayaan lain di dalam ajarannya.
Kalau sudah sudah mendapatkan gambaran tentang ragi orang Farisi, seterusnya bagaimana?

Kita lanjutkan  dengan mendengarkan mendengarkan kotbah berikut ini:

==================================