Laman

Tuesday, November 22, 2016

STRUKTUR DUNIA INVESTASI

Sebelum ada internet, kebanyakan orang yang memiliki uang, berinvestasi pada bentuk investasi seperti property, perkebunan atau bentuk real investasi yang lain. Ya, memang begitu karena mereka belum tahu bentuk investasi di sector non real. Investasi di sector non real baru saja mulai dikenal ketika internet sudah makin berkembang ke arah yang lebih baik dan canggih.
Sementara itu juga, ini bisa menjadi salah satu dorongan mengapa investasi di sector non real booming. Suatu saat, terjadilah krisis moneter dan apa yang terjadi? Investasi sector real mengalami imbas atau bahkan ada yang bankrut. Untungnya bahwa krisis moneter hanya berlangsung dalam beberapa waktu dan  segera berlalu,  dan para pengusaha mulai sadar bahwa sector real perlu  segera dimodifikasi dengan  jenis investasi lain dengan return yang besar dalam tempo yang singkat dan di sinilah trend investasi sektor finansial (non real) mulai booming.
Perhatikan gambar di bawah ini:
Gambar 1

Apakah investasi di sector riil dan sector non riil (financial) berbeda?

Keduanya BERBEDA. Pertama, Investasi sektor riil (misalnya: properti) umumnya membutuhkan modal yang besar dan memakan waktu yang relatif lama untuk berkembang.  Modal yang dibutuhkan relatif besar, likuiditasnya tidak secepat sektor finansial.
Contoh: Adi menginvestasikan sejumlah uangnya dengan membeli sebuah rumah. Nilai dari investasi rumah tersebut tidak bertambah alias selalu meningkat. Ini kelebihannya. Beberapa tahun kemudian, Adi hendak mencairkan investasinya.  Adi  harus mencari seseorang yang memiliki dana untuk membeli rumahnya yang nilainya sudah naik puluhan hingga ratusan persen. Pada satu pihak Adi sangat butuhkan uang dari hasilinvestasinya tersebut, namun pada pihak lain ia harus bersabar untuk menunggu karena susah untuk mendapatkan pembeli. Orang-orang yang ingin membeli rumah tersebut keberatan karena kata mereka harganya terlalu mahal dan ini yang membuat mereka tidak segera membeli rumah Adi. Mendapatkan pembeli yang segera memberli rumah Adi  tidaklah mudah.  Masalah likuiditas terjadi di sini.
Kedua, soal investasi sektor finansial. Investasi di sector ini sungguh  berbeda. Dari sisi likuiditas, Investasi pada sektor memiliki kecenderungan lebih likuid dan return yang relatif lebih besar, sebanding dengan resikonya. Kelebihan lainnya adalah banyaknya produk investasi yang ditawarkan pada sektor ini.
Hingga di sinilah saya mau berbicara tentang forex sebagai salah satu golongan pasar uang dan bursa komoditas berjangka. Di mana Forex trading merupakan investasi pada sektor finansial yang tergolong paling high risk-high return investment. Artinya, peluang untuk memperoleh keuntungan sangat besar bahkan dapat mencapai ratusan persen perbulan namun diimbangi dengan kemungkinan kerugian yang besar apabila tidak dikelola dengan baik.
Semua orang yang menamakan dirinya sebagai investor pertama-tama perlu menerima kenyataan ini, bahwa semua jenis investasi memiliki kemungkinan merugi. Besarnya potensi kerugian akan sebanding dengan besarnya potensi keuntungan yang dapat kita peroleh. Semakin besar potensi keuntungan yang dapat diperoleh, maka semakin besar juga potensi kerugian yang dapat timbul.


 Gambar 2
Apakah Anda seorang investor yang lebih suka akan rasa nyaman alias tidak suka untuk menerima resiko atau ‘guncangan-guncangan’ dalam portfolio investasi Anda? Trading forex bukanlah jenis investasi yang cocok bagi Anda. Karena forex trading merupakan investasi yang memiliki pergerakan sangat cepat dalam likuiditas maupun dalam pergerakan harga. Forex trading dapat saja membawa Anda memperoleh keuntungan sebesar puluhan sampai ratusan persen dalam satu harinya namun juga dapat membawa Anda kehilangan jumlah yang sama, karena itu maka jenis investasi ini sangat cocok bagi para investor yang sangat menyukai resiko alias sorang  RISK TAKER, maka forex trading adalah jenis investasi yang cocok dengan Anda.

Apakah  ada cara untuk meminimalisasi potensi kerugian yang mungkin timbul? Ya,  ada! Risk management dan Kemampuan analisa Anda adalah kuncinya. Semakin baik Anda dalam menjalankan risk management dan menganalisa pergerakan harga pasar, maka semakin kecil potensi loss yang dapat terjadi.
Kalau mau mendapatkan profit maksimal dan loss minimal dalam trading maka perlu seorang  risk taker investor.

Apakah sudah siap? Kami mempersiapkan Anda melalui pendidikan dan latihan secara gratis menjadi seorang trader forex yang mandiri dan konsisten dalam profit menuju kebebasan financial di era yang menantang ini.@SF

===================
Pertimbangkanlah secara matang bila anda akan memulai trading forex. Forex trading memiliki tingkat resiko yang sangat tinggi. Anda bisa kehilangan dana dalam jumlah besar bahkan hingga seluruhnya. Kami tidak bertindak atas nama pialang berjangka manapun dalam melakukan trading forex.